Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komponen Apa Saja Yang Ada Pada Rangkaian Pembangkit Listrik

 KOMPONEN SISTEM TENAGA LISTRIK

MAMASFIAN.COM - Dalam skala besar tenaga listrik dihasilkan lewat generator pada pusat pembangkit dengan bermacam berbagai tenaga penggerak awal mulanya. Misalnya tenaga air pada Pusat Listrik Tenaga Air( PLTA), tenaga uap pada Pusat Listrik Tenaga Uap( PLTU), tenaga gas pada Pusat Listrik Tenaga Gas( PLTG), serta lain sebagainya. Mula- mula konsumsi tenaga listrik cuma terbatas pada wilayah di dekat pembangkit itu terletak, sehingga buat menyalurkannya cuma dibutuhkan sistem tenaga listrik tegangan rendah. 

Dengan terdapatnya pertumbuhan wilayah ataupun perkotaan hingga pusat pembangkit posisinya terpaksa jauh dari kota ataupun pusat beban. Perihal ini menimbulkan pembangkit, misalnya PLTA, tidak bisa jadi lagi menyalurkan listrik memakai tegangan rendah maupun menengah. Buat itu dibutuhkan tegangan yang lebih besar ataupun yang umum diucap transmisi. Pemakaian saluran transmisi membolehkan pengiriman tenaga listrik kepada pemakai yang posisinya sebagian ratus km dari pusat pembangkit.


Secara universal, komponen- komponen yang terdapat pada sistem tenaga listrik, antara lain selaku berikut.

  1. Stasiun pembangkit
  2. Stasiun trafo penaik tegangan
  3. Jaringan transmisi primer
  4. Gardu induk transmisi
  5. Jaringan transmisi sekunder
  6. Stasiun trafo step down
  7. Jaringan distribusi primer
  8. Stasiun trafo distribusi
  9. Jaringan distribusi sekunder


Diagram sistem tenaga listrik dari pusat pembangkit hingga konsumen bisa dilihat pada Foto 2. 1. Tegangan keluaran( output) generator di pusat pembangkit 11 KV dinaikkan lewat trafo penaik tegangan( step up) jadi 500 KV. Tegangan itu setelah itu dialairkan lewat jaringan transmisi primer 500 KV serta lewat trafo penurun tegangan( step down) di gardu induk transmisi, tegangan 500 KV diturunkan jadi tegangan transmisi sekunder 150 KV. Tegangan listrik pada jaringan transmisi yang masih besar ini belum dapat dipakai secara langsung oleh konsumen. 


Buat itu butuh diturunkan jadi tegangan menengah( kurang lebih 20 KV) lewat stasiun trafo step down yang terdapat pada gardu induk distribusi. Jaringan distribusi primer 20 KV sebagian dapat dimanfaatkan secara langsung oleh konsumen yang membutuhkan catu energi tegangan 20 KV, misalnya pada industri- industri besar. Sebaliknya buat menyuplai tenaga listrik tegangan rendah( 220 V), misalnya buat penerangan rumah tangga, rumah sakit, serta sebagainya, hingga tengangan distribusi primer 20 KV diturunkan jadi tengangan rendah 220 V lewat trafo step down yang berikutnya dialirkan lewat jaringan distribusi sekunder. 

Posting Komentar untuk "Komponen Apa Saja Yang Ada Pada Rangkaian Pembangkit Listrik"